“Hidup dan Nasib bisa tampak berantakan,misterius,fantastis,dan sporadic. Namun, setiap elemennya adl subsistem keteraturan dari sebuah Desain Holistic Yang Sempurna”.

“Hidup dan Nasib bisa tampak berantakan,misterius,fantastis,dan sporadic. Namun, setiap elemennya adl subsistem keteraturan dari sebuah Desain Holistic Yang Sempurna”.
a |
Dalam studinya, Bressler dan rekan dari Collegue Sigal Balshine of McMaster University, Hamilton, Ontario, melibatkan 200 mahasiswa dan mahasiswi. Mereka melihat beberapa foto lawan jenis dengan disertai ringkasan autobiografi dan kemudian diminta menentukan mana yang akan mereka pilih sebagai pasangan kencan. Hasilnya ternyata wanita lebih menyukai pria humoris sebagai pasangan kencan mereka, karena pria humoris lebih menyenangakan, bersahabat, dan lebih popular. Sementara itu, pria pada umumnya tak begitu mempermasalahkan pasangan mereka termasuk wanita yang berselera humor atau tidak. “Wanita lebih memilih pria lucu sebagia pasangannya, meski mereka menilai pria lucu itu kurang jujur dan kurang pandai. Pria lucu teutEup disukai meski humor yang mereka perlihatkan sama sekali tidak sophisticated”, jelas Bressler dalam tulisannya di Jurnal Evolution and Human Behavior. Bressler menekankan sebenarnya baik wanita dan pria menyukai pasangan dengan good sense of humor, namun keduanya menilai dalam sudut pandang yang berbeda. Wanita lebih mengangGap humor pada pasangan sebagai sebuah generator yang membuat mereka tertawa, sementara pria lebih memandang humor sebagai appreciator dari joke-joke mereka untuk pasangan. Bagi pakar pErkawinan, John gottmaN, peNdiri Gottman Institute di Seattle, menemukan humor membaNtu perkawinan bErtahan lebih lama, karena humor bias mencairkan ketegangan dan konfLik perkawinan. Studi membuktikan mereka yang seLalu bercanda dengan pasangannya hampir setiap hari memiliki kehidupan perkawinan yang lebih bahagia dibandingkan pasangan yang tak pernah melewatkan hari mereka dengan Humor.
| S |
aat kita menyaksikan ritual atau pertunjukan orang
berjalan di atas bara api, bukan hanya kita merasa kagum, tapi juga ngeri. Kagum karena kita mengira orang tersebut berilmu tinggi atau memiliki fisik yang kuat. Jika menyangkut ilmu, seringnya kita langsung mengaitkannya dengan magic, sihir, atau ilmu supranatural. Jarang sekali ada yang memandang kemampuan berjalan di atas bara api dengan kacamata atau analisa ilmiah. Tapi, kini seorang Profesor Fisika, David Willey, menemukan penjelasan ilmiah mengenai hal ini dari sudut pandang termodinamika. Untuk membuktikannya ia melakukan sendiri dengan berjalan di atas bara api dengan kaki telanjang. “Tidak ada yang lebih menarik para mahasiswa daripada pertunjukan yang seolah-olah bisa membunuh saya”, kata Willey yang merupakan penerima penghargan terbaik dalam pengajaran dari Presiden AS di Universitas Pittsburgh, Johnstown. Seperti yang diduga, ia tidak mengalami luka sedikit pun karena melakukannya dengan berjalan cepat. Mengapa bias terjadi dan dimana rahasianya? Sejak tahun 1930-an, para ilmuwan telah menemukan penjelasan mengapa berjalan di atas bara api tidak melukai kulit kaki. Dewan Riset Fisika Universitas London menemukan bahwa rahasianya ada di kayu dan bukan kekuatan gaib atau supranatural. Bara api yang digunakan pada upacara umumnya dari kayu yang dibakar hingga membara. Bara yang terbakar bias mencapai suhu 538 derajat celcius. Willey sendiri berjalan di atas bara yang suhunya mencapai 982 derajat celcius. Kulit kaki bias tahan terhadap panas sebesar itu, karena hanya sebagian kecil panas yang mengalir dari bara ke kulit. Meskipun terbakar, kayu tidak akan sepanas itu dan masih bersifat sebagai konduktor yang buruk. Dalam keadaan normal, kayu merupakan isolator yang baik sehingga tidak mengantarkan panas. Konduksi merupakan bentuk perpindahan panas dari suatu material ke material lain yang lebih dingin. Pada proses tersebut, getaran molekul-molekul material yang panas akan bertubrukan dengan molekul-molekul yang lebih dingin dan memindahkan energinya. Karena kayu merupakan konduktor yang buruk, energi dalam bentuk panas tetap tertahan di dalam bara api sehingga hanya sedikityang dipindahkan ke kulit kaki. Lapisan abu yang terbentuk di permukaan kayu juga membantu menahan aliran panas dari dalam bara ke luar. Itulah mengapa orang berani berjalan di atas bara tidak akan berani melakukannya di besi yang membara. Karena bersifat konduktor yang baik, logam yang membara akan terasa sangat panas dan dapat melukai kulit kaki. Berjalan dengan cepat di atas bara juga mencegah kulit melepuh. Saat salah satu kaki menapak di bara kayu, kaki lainnya punya kesempatan untuk dingin kembali saat melayang di udara. Permukaan kulit mati juga menjadi pelindung tambahan bagi kulit di bawahnya. Meski praktik berjalan kaki di atas bara api sebaiknya dilakukan melalui tahap latihan yang cukup, pada dasarnya semua orang yang sehat dapat melakukannya.
Beberapa situs menyebut, permainan yoyo pertamakali ditemukan di Filipina. Asal kata yoyo berasal dari kata tayoyo yang berarti memutar. Situs Wikipedia menyebut, kata yoyo telah dimasukkan ke dalam kamus sejak tahun 1860. Ada pula yang menulis, yoyo berasal dari Yunani ratusan tahun lalu. Yoyo juga dikenal di peradaban China kuno. Yoyo disebut-sebut sebagai jenis permainan tertua nomor dua sesudah boneka.
Menurut Wiliam TG, anggota Komunitas Yoyo Indonesia, yoyo menyebar ke seluruh dunia seiring dengan majunya perdagangan antarnegara. Yoyo menyebar ke Asia dan Eropa, dan terkenal untuk beberapa waktu di Skotlandia, Inggris, India, bahkan Mesir. Pada masa Revolusi Perancis, yoyo sangat dikenal untuk melepas ketegangan.
Di Amerika serikat, yoyo dipatenkan oleh James L Haven dan Charles Hettrich pada tahun 1866 dengan nama Whirligig. Namun yoyo mulai terkenal setelah Pedro Flores membuka perusahaan YoYo Manufacturing Company di Swanta Barbara, California, pada tahun 1928. pada tahun 1930, Donald Duncan membeli perusahaan Flores YoYo Corporation yang akhirnya benar-benar menghasilkan keuntungan besar.Duncan akhirnya menjual perusahaannya ke Flambeau Plastic yang sampai sekarang masih memproduksi yoyo demngan nama Duncan. Pada tahun 1990, yoyo modern muncul, dimulai dengan dikenalkannya Yomega Brain Auto Return, Playmaxx Proyo, dan tiruan-tiruannya. Brain menggunakan kopling sentripetal yang pada kecepatan putar tertentu akan kembali ke tangan. Proyo adalah yoyo dengan fixed axle atau poros paten yang dapat dibongkar.Yoyo kemudian mengalami evolusi dalam bentuknya, dari bentuk awalnya yang disebut imperial yang cocok untuk looping, kemudian ada bentuk butterfly yang cocok untuik string trick, dan akhirnya bentuk modified yang dapat dipakai untuk looping maupun string trick
<a href=”http://www.ecomments.com/comments.php?i=1184271638ff”><img border=0 src=”http://m1.ecomments.com/07/7/12/1184271638ff.gif” alt=”Personal”></a><br /><a href=”http://www.ecomments.com/”>More eComments</a>